Review Threefish Jianghome hijau 270 setelah dikolong keramik

Kau mungkin akan sulit menemukan blog yang bisa diakses gratis, semua artikelnya adalah review atau ulasan langsung dari pengalaman, dan hanya fokus membahas produk pancing tegek saja. Di sinilah kau berada, tegek.id yang entah sampai kapan akan online.
Selagi blog ini masih ada, izinkan aku untuk mereview atau mengulas tipis-tipis tegek ini.
Inti yang hendak kubahas adalah pengalaman menggunakan tegek Threefish (disebut juga 3ikan --istilah populer) yang semula tegek cutit, menjadi tegek kolong keramik (bukan neklin).
Nah, jika ada istilah teknis dan terlalu khusus dalam artikel ini, kemudian istilah-istilah itu belum kau pahami secara jelas, kau bisa meninggalkan komentar di bawah. Aku juga berencana membuat halaman kamus mancing yang entah kapan akan benar-benar terwujud.
Threefish Jianghome hijau 270
Perlu kutulis spesifik untuk menunjukkan bahwa dalam artikel ini hanya akan kubahas tegek Threefish, seri Jianghome, yang warna hijau (bukan orange).
Jianghome hijau adalah seri tegek paling pendek (tertutup) dari Threefish, hanya 30 cm. Sebab, yang warna orange punya panjang 40 cm --sama dengan Xuancai.
Panjang maksimal Jianghome hijau adalah 300 cm --orange paling panjang 450 cm. Dan, Jianghome hijau ini agaknya sedikit lebih langka, apalagi yang tutup belakang bulat.
Entahlah, apa pula yang membuat tutup bonggol bulat itu seolah lebih spesial. Itu tidak lebih dari pembeda bahwa yang bulat keluaran lama, sedangkan yang papak/kotak keluaran baru. Aku punya Threefish Jianghome orange 210 tutup bawah papak, tapi tidak merasakan perbedaan yang berarti.
Biar tidak terlalu panjang membaca sesuatu semacam opini tidak jelas, lihat tabel berikut.
| Joran | Tegek |
|---|---|
| Merek | Threefish |
| Seri | Jianghome hijau |
| Tertutup | 30 cm |
| Terbuka | 270 cm |
| Ujung | Rotary/berputar |
| Jenis ujung | Carbon solid |
| Tutup bawah | Bulat (keluaran lama) |
| Ruas | Motif logo Threefish (ori) |
| Nomor seri ruas | Ada |
| Berat | - |
| Action | Medium-hard (berdasarkan opini pribadi) |
| Cocok untuk | Semua ikan (micro-macro) |
| Cutit | Sudah lurus dari awal |
| Harga | 300k (second) |
| Ongkos bengkel tegek | 30k (ring bawa sendiri) |
Nah, kira-kira seperti itu kondisi spesifiknya biar kau sedikit memiliki gambaran tentang apa yang akan kubahas di sini.
Bukan tegek mahal, tentu saja, sebab di zaman sekarang ada banyak sekali tegek-tegek di atasnya. Malahan, seri Jianghome merupakan seri yang paling murah dari jajaran tegek-tegek Threefish.
Artinya, kalau kau menganggap review ini sekadar ajang pamer, tentu anggapan itu multak salah belaka.
Juga bukan tegek yang ringan banget di tangan (kalau dulu memang iya, Jianghome terkenal salah satu kasta tegek paling ringan). Sekarang, juga ada banyak sekali tegek-tegek model baru panjang 360 cm dengan berat hanya 60 gram atau bahkan kurang!
Sebelum custom ring keramik (kondisi masih cutit)
Sebelum custom keramik, aku menggunakan tegek ini sebagaimana tegek cutit. Tidak ada niat untuk custom neklin karena memang sudah ada tegek micro sendiri, XAR 220. Kupikir, tak perlu lagi tegek micro, apalagi yang panjangnya 270 cm. Spot mancingku, kalau mau micro-an, hanya berjarak satu-dua meter saja.
Makanya, selama penggunaan tersebut, sekitar setahun, Jianghome hijau 270 masih dalam kondisi fitrah; cutit.
Kupakai mancing di sungai. Target uceng, wader, nila kecil, nila besar (sampai senar 0.12 putus), gabus, dan lainnya. Tidak ada perlawanan berarti. Tegek ini tidak terlalu mencolok. Blank memang berwarna hitam carbon doff dan ada motifnya, hanya saja saat di kali tidak begitu terlihat. Berbeda dengan tegek blank full color seperti Wizardofoz putih yang sangat mencolok.
Mancing 3-6 jam dengan memegang tegek ini terus-menerus tidak terasa pegal, tentu, pendapat itu subjektif saja.
Saat menyentak, action medium-hard yang lurus ternyata tidak kaku-kaku amat. Ikan wader masih terasa enak tarikannya.
Kalau kubandingkan dengan Rawit cutit panjang sama, menurutku masih enak Jianghome. Rawit ujungnya terlalu panjang, menjadikannya terlalu lentur saat menyentak. Kurang oke, menurutku.
Jadi, dalam kondisi cutit, Jianghome hijau 270 masih bolehlah kita masukkan kategori tegek enak dan empuk.
Setelah custom ring keramik
Satu-satunya alasan mengapa joran ini tiba-tiba banting setir dari cutit menjadi spinning adalah karena joran spinningku patah karena suatu hal.
Daripada harus mengeluarkan uang, sedangkan aku masih berada dalam kondisi kemelaratan yang membabi buta, maka aku putuskan custom joran yang ada saja.
Detailnya seperti ini:
| Barang | Jumlah | Harga /pcs |
|---|---|---|
| Ring keramik ukuran 3 | 5 buah | Rp2.500 |
| Ring keramik ukuran 5 | 1 buah | Rp3.000 |
| Ring keramik ukuran 7 | 2 buah | Rp3.000 |
| Ring keramik ukuran 9 | 1 buah | Rp3.500 |
| Reelseat Jinbo S6 standar | 1 buah | Rp6.000 |
| Benang lilit hijau | 1 roll kecil | Rp5.000 |
| Benang lilit emas aksen | - | gratis |
Semuanya dari merek Stella. Ring oseg (keramik) paling standar. Tidak mahal.
Dan mungkin kau bertanya mengapa ukurannya tidak urut? Bukan karena aku memiliki preferensi khusus, tapi hanya karena yang tersedia di toko pancing ukuran itu saja. Waktu aku custom butuh cepat. Tak mau ribet dan lama.
Kondisi custom:
- Tidak ada ring jalan
- Per ruas satu ring/kolongan
- Tanpa potong ruas
- Ada 2 ruas yang tidak dikolong, yaitu ruas nomor 2 dan 4 dari bawah
- Tidak setting lurus
- Tidak zoom
- Serta tidak ribet dan tidak lama
Hasil antara sebelum dan sesudah custom kolong keramik standar dapat kau bacai di tabel berikut:
| Sebelum | Sesudah |
|---|---|
| Ringan di tangan | Masih tergolong ringan. Aku kombo dengan reel spinning seadanya. Di foto, itu adalah reel Zorro Extreme ukuran 300 |
| Balance, tidak berat di atas atau bawah | Masih balance di ruas nomor 2 dari pangkal, jadi masih enak dipegang terus |
| Lurus tanpa setting | Masih lurus meski sudah pakai ring keramik ukuran 3 di tiap ruas ujung |
| Tidak bisa lempar jauh | Sekarang sudah bisa lempar jauh. Hanya saja, lemparan tidak sejauh saat pakai joran spinning asli. Terlalu banyak gesekan senar dengan ruas dan ring. Bisa longcast jika pakai timah yang agak besar. Aku pakai timah melinjo ukuran 0 (sekitar 2-3 gram) |
| Panjang tertutup 30 cm | Panjang tertutup 35 cm. Jadi, semua kaki ring dipotong dulu biar tidak memakan banyak tempat. Masih terasa ringkas. Bisa masuk bawah jok motor Vario KZL tanpa kendala |
| Masih enak buat microfishing | Mulai tidak enak karena pakai reel spinning. Kalau sudah custom kolong seperti ini targetnya berubah minimal 3 jari ke atas |
| Semua ruas bisa dikeluarkan untuk dibersihkan | Semua ruas sudah tidak bisa dikeluarkan. Jadi tidak perlu dibersihkan wkwkwk |
| Tidak pegal saat dipegang terus berjam-jam | Tidak pegal juga. Soalnya pas mancing aku letakkan. Tidak kupegang terus-terusan wkwkwk |
Aku sering mancing dari atas jembatan (tanpa turun), di kali yang lumayan lebar dan dalam. Sehingga perlu setidaknya sebuah joran yang bisa menjangkau titik lempar tersebut dari lokasi duduk paling nyaman. Dan Jianghome hijau 270 custom ring keramik sudah cukup untukku.
Kesimpulan
Jika kau bacanya meloncat-loncat, tidak semua kata yang kutulis kau baca sungguh-sungguh. Lihat kesimpulan ini saja.
Aku tahu betul kebiasaan orang yang membaca artikel di internet, kok.
- Tidak ada yang berubah. Joran tetap balance (seimbang). Tidak pegal digunakan. Saat masih jadi tegek cutit dipegang terus, saat sudah custom kolong diletakkan setelah dilempar.
- Terlalu banyak gesekan senar dengan ruas dan ring (ada 9 ring guide), sehingga kurang maksimal lempar jauh (longcast). Tetapi ada solusinya, yaitu dengan pakai timah pemberat yang agak besar. Gesekan ini akan menjadi macet jika kondisi hujan atau joran basah.
- Tetap bisa menjangkau dengan lemparan seadanya, termasuk pakai timah melinjo ukuran 0 (sekitar 2-3 gram). Kalau pakai timah agak besar, longcast tidak ada kendala sama sekali. Meski kondisi hujan maupun joran basah.
- Aku perlu mengeluarkan uang sebesar Rp62.500 (32.500 untuk bahan + 30.000 jasa custom). Menurutku, ini jauh lebih masuk akal dalam kondisi kemelaratan seperti ini daripada harus beli joran spinning baru yang barangkali belum cocok dengan karakter mancingku.
- Setelah custom, sudah tidak cocok untuk mancing uceng dan wader. Sudah harus berpindah menarget ikan medium sampai besar. Ya, minimal nila 3 jari sudah terasa enak.
Jadi, apakah mengubah Threefish Jianghome hijau 270 dari cutit ke custom kolong kemarik itu cocok? Berdasarkan kebutuhan dan kondisi spesifikku, ini sangat cocok. Entah untuk kebutuhan dan kondisimu.
Tentu, kau bisa mempertimbangkan sendiri, misalnya; apakah spot mancing butuh lempar jauh, apakah butuh joran spinning, apakah suka pakai joran reel-reelan, atau apakah-apakah yang lain.
Yang jelas, kau tidak bisa menyamakan kondisimu dengan kondisiku.
Sebagaimana yang sudah aku sampaikan sedari awal, bahwa review Threefish Jianghome hijau 270 cm setelah dikolong keramik ini murni berdasarkan pengalamanku. Makanya, kalau banyak kalimat yang hanya jatuh pada subjektivitas atau opini pribadi, harap maklumlah!
Salam!